-
Vinny Dwi Melliny
μλ νμΈμ!!μ μ΄λ¦μ λΉλ λ€ λ©λ¦¬λμ λλ€. λ΄κ° λ°λ λΉ΅μμ μμ΄μ, κ°μ§λ§ μ§κΈ νΌλ μμ μ΄μμ. λ μ¬κ΅μ΄λ₯Ό λ°°μμ. λ΄κ° μλ¬ΌμΈμ΄μ λλ€.
μ₯λ건 μ¨ νκ³ λ°λλ―Όν΄ μμ£Ό μ΄£μμ. μ μ΄£μ μκΈ±μ΄ κ±°λ λλ μ΄μμ. λ΄κ°λ μ°μ λ₯Ό μ΄£μ λ§μ ©μ λ€ μΉκ΅¬λ€, λ§λμ λ°κ°μ΅λλ€ -
Arc De Triomphe ala "Pare"
Salah satu tempat wisata di Paris yang terpopuler, Arc de Triomphe dibangun pada tahun 1806 untuk mengenang pertempuran kemenangan Napoleon Bonaparte. Berdiri 164 meter dan 148 kaki (50 meter oleh 45) lebar, lengkungan memiliki relief yang menggambarkan pertempuran yang dahsyat, dan nama-nama yang terukir di tempat ini adalah mereka yang meninggal karena berjuang untuk kaisar. Di bawah lengkungan adalah Makam Prajurit Tak Dikenal dari perang dunia pertama. Namun, replika ala Gerbang tersebut terdapat di Pare, tepatnya di daerah Gumul. ayo,,,buruan kesana!!!
-
Badminton Lovers goes to Malaysia
μ λλ₯΄ λ§ μ»΅μμ κ²½μ μΈλλ€μμμ΄ λ°°λλ―Όν΄ μ νΈκ° κ°μ μ§μ μΈλλ€μμμ΄ λ°°λλ―Όν΄ μ μ.
λΉλ, λΉλ, μν, μ μ€ν΄, μ΄λ°, νλ, ν¬λ¦¬μ€ν΄
Jumat, 06 Februari 2015
Kamis, 05 Februari 2015
Minggu, 06 April 2014
Mempunyai banyak
teman terkadang itu menjadi hal yang mudah, tapi mendapatkan Sahabat menjadi
hal yang sangat sulit didapat. Persahabatan memang sangat Q-reen, Getok merupakan panggilan akrabku untuk sahabat-sahabatku di masa kuliah. Entah berawal dari mana pokoknya sebagus apapun namanya, se-Qreen apapun namanya dipanggil 'Getok'. Ohy,, Getok juga jadi Kode Rahasia untuk beberapa Orang yang pernah menyelimuti masa-masa kami di Kuliah hihihi.Dan kali ini
saya akan membagikan pendapat saya tentang Getok-getokku tercinta di masa
Kuliah,, Walau bahasa saya kacau dan gak bearturan, mohom maafkan sejujurnya ane benci sangat Mengarang tapi dipaksa buat Artikel, walau kacau baca sampe abis ya *maksa*. Oke..Here We Go:
Puput Fatimah. Ahhhh…nih orang harus di Museum-Kan,
Unik bingit bro, agak Gila dan rada kesurupan juga kali ya kalo ngomongin
Yamapi. Puput ini bro, cepet banget ‘Connected’ kalo ada Cerita-cerita yang
secara Logika keluar dari Jalur, mudah terharu kalo nonton film (sape sekarang
bingung kenapa si Doi nangis pas nonton ItaNakis Tokyo), Care banget sama
Getok2nya ( sampe Buku Diary-Nya digilir bak rental Komik sama kita2), Hamble
bingit bro,, selalu bilang aku nih gini aku tuh gitu pokoknya selalu bilang
kekurangannya padahal bray Dia ini Kelebihannya jauh lebih banyak daripada kekurangannya
dasar si Doi aja yang suka Merendah (Come on , You are special Girl!!),
Ohya,,,si Doi juga jago kalo masalah rebutan Mobil Layo baik INdralaya-Bukit
atau Indralaya-Kertapati (Faktor Body gak
bisa nipu man), Hmmm…sama kayak Nurin, Nih anak juga bantuin ane pada masa-masa
indah saya dulu (5 years ago??) Bantu sms, menggali info sebanyak mungin trus
di Infoin ke ane..(walau ane sempet 10% rada Jelo*s), pokoknya setia kawan
banget lha.. Dan kado.nya sebelum ane hijrah ke Pare adalah salah satu Harta
Karun bagi ane yang insya Allah akan saya rawat, jaga ssampe kapanpun (nangis
garuk2 tembok).Sabtu, 15 Maret 2014
Sudah
sangat terkenal di Indonesia bahwa di sebuah desa di wilayah Kediri, Jawa Timur
merupakan “Surganya belajar Baahasa Inggris”. Tidak hanya Murid sekolah yang
umumnya masih berumur 15 sampai 17 tahun atau mahasiswa yang tengah menunggu
sidang atau mahasiswa yang hanya sekedar mengisi liburan datang kesini untuk
belajar bahasa inggris, tapi Dosen atau Ibu rumah tangga sekalipun pernah
datang kesini karena hanya ingin meningkatkan skill Bahasa Inggris dan belajar
di Kampung Inggris Pare. Tempat yang nyaman, sejuk dan barang-barang dan makanan tergolong murah menjadikan kampung
Pare ini sangat menarik. Pada awalnya saya mengetahui Kampung Inggris dari
saudara perempuan saya, dan awalnya saya tidak tertarik belajar bahasa inggris
disana. Tidak hanya faktor “Jauh dari rumah” atau faktor harus tinggal di
asrama yang umumnya susah untuk menonton
TV maklum saya adalah pecinta
J-Dorama dan K-Movie tapi karena saya tidak begitu tertarik dengan Bahasa
Inggris ketimbang Bahasa Korea misalnya. Tapi melihat perkembangan zaman yang
makin hari makin maju, dan secara tidak langsung ‘memaksa’ kita untuk bisa
berbahasa inggris maka pergilah saya ke kampung Inggris Pare. 






